Memperbincangkan masalah aborsi sepertinya tidak akan pernah ada habisnya, sebagaimana kita ketahui persoalan ini pada dasarnya adalah sebuah isu yang sangat sensitif selain itu pula aborsi menjadi salah satu isu kesehatan reproduksi yang mengundang kontroversi dalam wacana agama dan norma-norma atau nilai yang dianut oleh masyarakat. Di negara yang tidak mengizinkan aborsi seperti Indonesia, banyak perempuan terpaksa mencari pelayanan aborsi tidak aman karena ketiadaan pelayanan aborsi aman atau biaya yang ditawarkan terlalu mahal. Dengan adanya fenomena seperti ini penulis sangat tertarik untuk melihat dan meneliti lebih dalam terutama sudut pandang perempuan yang telah melakukan aborsi itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan perempuan melakukan tindakan aborsi serta hal-hal apa saja yang melatarbelakangi hingga sampai pada keputusan tersebut. Menganalisis proses pemaknaan perempuan yang melakukan tindakan aborsi dalam memahami atau memaknai aborsi. Bagaimana perempuan yang telah melakukan aborsi dalam hal ini memiliki suatu nilai ataupun pemahaman sendiri yang menyebabkan terjadinya pergeseran makna ditengah-tengah masyarakat yang masih menjujung tinggi nilai-nilai norma, agama, dan lingkungan sosial. Hingga pada akhirnya dapat diketahui pula persepsi mereka atas aborsi yang sangat erat kaitannya dengan tubuh sebagai sebuah proyeksi dari suatu kesadaran. Dalam pandangan seorang filsafat Perancis yaitu Merleau Ponty, tubuh dari seorang individu itu sendiri merupakan sesuatu yang aktif dalam merespon segala yang ada di dalam dunia pengalamannya. Sehingga dapat dikatakan disini tubuh bukanlah sesuatu yang diam dan konstan, karena tubuh itu sendiri merupakan sebuah proyeksi dari suatu kesadaran. Tubuh tersebut memiliki persepsi yang dikomunikasikan melalui bahasa sebagai salah satu cara untuk merefleksikan eksistensinya di dalam lingkungan bermasyarakat. Maka akan sangat menarik ketika meilhat fenomena aborsi ini jika mengembalikannya pada perempuan itu sendiri sebagai seorang yang pernah melakukan aborsi dalam memaknai dan mempersepsikan aborsi ketika hal ini sesungguhnya masih sangat bertentangan dengan sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
Maka bagi siapapun perempuan khususnya di kota Yogyakarta ini yang mungkin pernah memiliki sebuah pengalaman yang berkaitan dengan penelitian ini mari bersama menyuarakan dan mau berbagi sehingga diharapkan dengan partisipasi anda melalui penelitian ini mampu membawa perubahan dan kebijakan yang membawa hasil yang lebih baik ke depannya bagi para perempuan di Indonesia.
Contact Person :
Andini : 0821 430 36457
Samsara : samsara.litbang@gmail.com
Andini : 0821 430 36457
Samsara : samsara.litbang@gmail.com



0 komentar:
Poskan Komentar